Bergerak dengan Surat Sakti

Rabu, 19 Oktober 2022

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Salam sehat Bapak/Ibu hebat di seluruh nusantara.👋👋 

Cerita saya hari ini masih tidak lepas dari aktifitas dan kesibukan dalam mempersiapkan tugas akhir dari PembaTIK Level 4. Pagi jam 08.30 WITA saya mengikuti Zoom Meeting Pembekalan Orientasi bagi P3K. Sekitar jam 11.30 kegiatan berakhir. Tanpa buang waktu saya bersiap-siap untuk berangkat menuju Dinas Pendidikan.

Sampai di Dinas Pendidikan, saya menghubungi Ibu Heny via chat WA. Tapi karena pesan saya tidak baca, saya langsung menuju lantai 2 dan masuk ke ruangan Bidang SD. Disana saya melihat ada Ibu Hj. Hairiyah (Kasi PTK SD) dan juga ibu Lilis. Saya menyapa keduanya dengan salam dan kembali di balas oleh mereka.

"Cari siapa?", tanya Ibu Hj. Hairiyah dengan ramah

"Cari ibu Heny mau ngambil Surat Tugas Bu", jawab saya.

Lalu mereka menjelaskan bahwa ibu Heny sedang keluar sebentar dan akan segera tiba, saya diminta menunggu. Sayapun menunggu di dekat pintu masuk ruangan. Tapi tidak lama kemudian, Ibu Henypun tiba. Beliau langsung tersenyum melihat saya, dan mengajak saya masuk ruangan.

Saya kembali mengucap salam ketika memasuki ruangan itu.

"Wa'alaikum salam, ayo lajui datangi sidin", seru Ibu Hj. Hairiyah dengan nada bercanda.

Saya menghampiri meja ibu Heny dan beliau menyerahkan Surat Tugas untuk pelaksanaan kegiatan PembaTIK Level 4 yang sudah ditanda tangani ibu PLT. Hj. Nane Andriadne, SH. Berikut surat tugasnya.

Setelah mendapatkan surat tugas ini atau biasa sering saya dan teman-teman sebut surat sakti, barulah saya berani untuk bergerak dan menyusun rencana. Dengan hati gembira saya mohon permisi kepada ibu-ibu yang ramah di ruang Bidang SD Dinas Pendidikan Kab. Banjar sekaligus mohon do'a semoga saya bisa menyelesaikan dengan baik.
"Mohon do'anya bu, kebetulan ulun ne sendirian di SD kab. banjar", ucap saya dengan memelas
"Kada papa, jalani aja, pasti bisa. Semoga sukses dan lancar", Jawab Ibu Hj. Hairiyah.
Itu motivasi saya hari ini untuk mulai bergerak

Keluar dari ruangan saya langsung menghubungi teman saya di SDN Gambut 7 menanyakan kehadiran kepala Sekolahnya, yaitu Ibu Norlaila, S.Pd. Tapi ternyata beliau sedang Dinas Luar. Sebenarnya niat awal saya adalah menghadap langsung ke Ibu Laila supaya lebih sopan dan enak dalam menjelaskan maksud dan tujuan saya. Akan tetapi karena belaiu ada kesibukan dikarenakan Sekolah Penggerak, saya beranikan diri menghubungi beliau via chat dan mengirimkan scan surat tugas dari dinas tersebut.
Alhamdulillah permohonan saya direspon dengan sangat baik. Beliau mengizinkan saya melakukan sosialisasi dan menyetujui usulan tanggal yang saya ajukan.
Saya tidak bisa mengirimkan SS bukti percakapan saya dengan beliau karena itu bersifat privasi.

Tidak lupa saya mengirimkan surat sakti tersebut juga kepada Korwil saya yaitu Bapak Muhamad Arifin, S.Pd meski beliau sudah mendukung saya 100 % dengan surat pengantar sebelumnya. Tapi tetap saya perlu melaporkan kegiatan saya sebagai anak buah kepada beliau.

Dari sana, saya mulai aktif mengajak teman saya yang juga seorang SRB dari Tanah Laut yaitu Bapak Shaddha Antani MK, S.Pd untuk berkolaborasi agar bisa berbagi bersama di SDN Gambut 7 nanti.

Surat Sakti ini juga memberikan saya keberanian untuk menyetujui ajakan seorang SRB dari Jawa Barat yang mengajak saya kenalan di chat IG lalu beralih ke WA, yaitu ibu Septia Eka Anggun Yustina untuk kolaborasi dengan SRB lain dari beberapa daerah untuk melakukan webinar bersama. 

Mohon maaf tidak ada foto lain yang bisa saya tampilkan, karena kegiatan saya hari ini hanya melalui dua maya yang berupa chat dan ibu bersifat privasi.

Demikian sekilas cerita saya hari ini, apabila ada kesalahan dalam pengetikan dan adanya unsur sindiran, semua itu bukan disengaja oleh saya, karena saya disini hanya bertujuan untuk berbagi pengalaman.

Semoga bapak/ibu guru dimanapun berada tetap selalu sehat dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan semangat.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.



Komentar